Spektrofotometer UV-Vis: fungsi, cara kerja, dan parameter yang perlu diperhatikan
Spektrofotometer mengukur seberapa banyak cahaya diserap suatu larutan, lalu mengubahnya menjadi konsentrasi. Penjelasan sederhana tentang prinsip, contoh pemakaian, dan spesifikasi kuncinya.
Diterbitkan
Waktu baca
2 menit
Apa fungsinya
Spektrofotometer UV-Vis dipakai untuk mengetahui berapa banyak suatu zat dalam larutan. Alat ini menyinari sampel dengan cahaya pada panjang gelombang tertentu dan mengukur berapa banyak cahaya yang diserap. Semakin pekat larutan, semakin banyak cahaya yang diserap, dan dari situ konsentrasinya dapat dihitung.
Cara kerja secara sederhana
Cahaya dari lampu diarahkan ke bagian pemisah warna (monokromator) yang hanya meloloskan satu panjang gelombang. Cahaya itu lalu melewati kuvet berisi sampel, dan detektor di sisi lain mengukur seberapa banyak cahaya yang tersisa. Perbandingan antara cahaya yang masuk dan yang keluar dinyatakan sebagai absorbansi.
Hubungan absorbansi dengan konsentrasi mengikuti hukum Beer-Lambert: absorbansi sebanding dengan konsentrasi zat dan panjang jalur cahaya di dalam kuvet. Karena hubungan ini lurus pada rentang tertentu, konsentrasi sampel dapat dibaca dari kurva kalibrasi yang dibuat dengan larutan standar.
Komponen utama spektrofotometer UV-Vis
Komponen
Fungsi
Sumber cahaya
Lampu deuterium untuk daerah ultraviolet, lampu tungsten atau halogen untuk cahaya tampak.
Monokromator
Memilih satu panjang gelombang dari cahaya campuran, umumnya dengan kisi difraksi.
Kuvet dan ruang sampel
Wadah larutan dengan jalur cahaya yang diketahui, umumnya 10 mm.
Detektor
Mengubah cahaya yang tersisa menjadi sinyal listrik yang dibaca sebagai absorbansi.
Untuk apa dipakai, dan contohnya
Menentukan kadar senyawa berwarna atau yang dapat diubah menjadi berwarna dengan reagen, misalnya fosfat, nitrit, atau besi dalam air.
Mengukur kadar protein dan aktivitas enzim di laboratorium biokimia dan klinik.
Penetapan kadar zat aktif dalam sediaan obat.
Memeriksa kemurnian dan konsentrasi asam nukleat pada laboratorium biologi molekuler.
Memantau warna atau kandungan tertentu pada produk pangan dan minuman.
Siapa yang biasanya membutuhkan
Laboratorium kimia dan biokimia di universitas, laboratorium lingkungan yang menguji air dan air limbah, laboratorium pengendalian mutu di industri farmasi, pangan, dan minuman, serta laboratorium klinik dan penelitian. Karena serbaguna dan relatif ekonomis dibanding instrumen lain, spektrofotometer termasuk alat yang paling banyak dijumpai di laboratorium analitik.
Parameter yang perlu diperhatikan
Spesifikasi kunci pada spektrofotometer UV-Vis
Parameter
Arti dan alasannya
Rentang panjang gelombang
Bila metode Anda memakai daerah ultraviolet, pastikan rentang mencakup UV (mulai sekitar 190 - 200 nm). Beberapa model hanya untuk cahaya tampak.
Lebar celah spektral (bandwidth)
Makin sempit, makin tajam pemisahan panjang gelombang, tetapi cahaya yang sampai ke detektor berkurang. Metode tertentu menetapkan bandwidth.
Akurasi dan kemampuan ulang fotometrik
Menunjukkan seberapa dekat dan seberapa konsisten pembacaan absorbansi.
Cahaya sesat (stray light)
Cahaya yang lolos pada panjang gelombang yang tidak diinginkan; membatasi ketelitian pada absorbansi tinggi.
Kestabilan (drift)
Seberapa stabil pembacaan dari waktu ke waktu; penting untuk pengukuran yang lama.
Konfigurasi berkas cahaya
Berkas tunggal lebih ekonomis; berkas ganda memantau sumber cahaya sekaligus dan lebih stabil.
Catatan. Panduan ini bersifat umum. Prosedur, batas pemakaian, dan interval perawatan dapat berbeda antar merek dan model, jadi utamakan manual pabrikan dan SOP laboratorium Anda. Bila ragu, tanyakan kepada kami atau teknisi resmi alat tersebut.
TopikSpektrofotometerUV-VisFungsi alat
Bagikan
Ada yang ingin didiskusikan?
Sampaikan kebutuhan laboratorium Anda, tim kami akan membantu menyiapkan pilihannya.
Kebanyakan galat spektrofotometri datang dari kuvet dan blanko, bukan dari instrumennya. Langkah pengukuran, cara memegang kuvet, dan menyusun kurva kalibrasi yang baik.
Perbesaran bukan satu-satunya ukuran mikroskop yang baik. Kenali resolusi, apertur numerik, dan perbedaan jenis mikroskop yang dipakai di pendidikan, klinik, dan industri.
pH meter sebenarnya mengukur tegangan kecil yang dihasilkan elektroda, lalu menerjemahkannya menjadi angka pH. Memahami prinsip ini membantu menjelaskan kenapa kalibrasi dan suhu begitu penting.