Air untuk laboratorium: aquades, aquabidest, dan air deionisasi, kapan memakai yang mana
Air adalah reagen yang paling sering dipakai sekaligus paling sering diabaikan. Kenali jenis air laboratorium, kelas kemurniannya, dan cara memilihnya sesuai pekerjaan.
Diterbitkan
Waktu baca
3 menit
Hampir setiap prosedur laboratorium memakai air: melarutkan reagen, membilas alat gelas, mengisi water bath, sampai membuat media kultur. Karena jumlahnya banyak dan tampilannya sama-sama bening, air sering diperlakukan seolah semuanya setara. Padahal air dengan kemurnian yang salah adalah salah satu penyebab hasil analisis meleset yang paling sulit dilacak, sebab tidak ada yang menduga air sebagai sumbernya.
Jenis air laboratorium dan bedanya
Perbandingan jenis air yang umum ditemui di laboratorium
Jenis air
Karakter dan pemakaian
Air keran (PDAM atau sumur)
Mengandung mineral, klorin, dan kadang logam serta bahan organik. Cukup untuk mencuci kasar, bukan untuk membuat larutan.
Aquades (air suling)
Hasil distilasi satu kali. Sebagian besar mineral dan partikel tertinggal. Standar kerja harian di banyak laboratorium.
Aquabidest
Didistilasi dua kali. Lebih murni daripada aquades, dipakai bila metode menuntut pengotor lebih rendah.
Air deionisasi (DI)
Dilewatkan pada resin penukar ion sehingga ion terambil. Bahan organik, bakteri, dan gas terlarut bisa tetap ada.
Air reverse osmosis (RO)
Membran menahan sebagian besar ion dan partikel. Sering dipakai sebagai air umpan sebelum DI atau distilasi.
Air ultrapure
Gabungan RO, DI, lampu UV, dan filtrasi halus. Untuk HPLC, ICP, kultur sel, dan biologi molekuler.
Kelas kemurnian menurut ISO 3696
Standar ISO 3696 mengelompokkan air untuk keperluan analisis ke dalam tiga kelas. Tolok ukur utamanya adalah daya hantar listrik (konduktivitas) pada 25 °C: makin sedikit ion terlarut, makin kecil nilainya.
Tiga kelas air laboratorium menurut ISO 3696
Kelas
Batas konduktivitas dan contoh pemakaian
Kelas 1
Maksimum 0,01 mS/m (0,1 µS/cm). Analisis paling menuntut, misalnya HPLC dan ICP.
Kelas 2
Maksimum 0,1 mS/m (1 µS/cm). Analisis sensitif seperti spektrometri serapan atom dan analisis jejak.
Kelas 3
Maksimum 0,5 mS/m (5 µS/cm). Pekerjaan kimia basah umum dan pembuatan larutan reagen biasa.
Memilih air sesuai pekerjaan
Bilasan akhir alat gelas: aquades. Air keran meninggalkan bercak mineral yang bisa mengganggu pengukuran.
Larutan reagen dan standar untuk titrasi atau spektrofotometri rutin: air kelas 3 biasanya cukup, tetapi metode yang Anda ikuti selalu menjadi acuan pertama.
Analisis logam jejak, HPLC, biologi molekuler, dan kultur sel: kelas 1 atau air ultrapure. Air kelas rendah akan tampak sebagai puncak pengganggu atau latar yang tinggi.
Media kultur mikroba: air murni, lalu disterilkan bersama media.
Pengisi water bath, autoklaf, dan humidifier: aquades atau air DI. Di daerah dengan air sadah, kerak menumpuk dengan cepat pada elemen pemanas bila air keran dipakai terus-menerus.
Kesalahan yang sering terjadi
Yang paling sering ditemui adalah memakai air mineral kemasan atau air galon isi ulang sebagai pengganti aquades. Mineral dalam air minum kemasan memang sengaja ada dan kadarnya tidak dikendalikan untuk keperluan analisis. Kekeliruan kedua adalah menyimpan aquades dalam wadah terbuka. Air murni menyerap karbon dioksida dari udara, sehingga pH-nya turun ke sekitar 5,5 sampai 6 dan konduktivitasnya naik. Inilah sebabnya pembacaan pH pada air murni sering tidak stabil dan bukan selalu tanda alatnya bermasalah.
Simpan air murni dalam wadah bersih yang tertutup, beri label tanggal, dan gunakan dalam waktu singkat. Air yang disimpan berminggu-minggu bisa ditumbuhi bakteri atau alga.
Jangan menuang kembali sisa air ke wadah induk.
Untuk analisis jejak, pilih wadah plastik polietilena atau polipropilena yang sudah dibilas asam, bukan botol kaca lama yang dapat melepaskan ion.
Kualitas air baku berbeda dari satu daerah ke daerah lain, mulai dari air PDAM yang berklorin sampai air sumur dangkal yang sadah atau berwarna. Karena itu unit pengolah air laboratorium sebaiknya dipilih dengan melihat kondisi air baku setempat, bukan hanya dari kapasitas produksinya.
Catatan. Panduan ini bersifat umum. Prosedur, batas pemakaian, dan interval perawatan dapat berbeda antar merek dan model, jadi utamakan manual pabrikan dan SOP laboratorium Anda. Bila ragu, tanyakan kepada kami atau teknisi resmi alat tersebut.
TopikAir laboratoriumAquadesDasar laboratorium
Bagikan
Ada yang ingin didiskusikan?
Sampaikan kebutuhan laboratorium Anda, tim kami akan membantu menyiapkan pilihannya.
Tidak semua alat gelas berskala dibuat untuk mengukur volume dengan teliti. Pelajari perbedaan kelas A dan B, tanda TC dan TD, serta pemakaian yang tepat untuk tiap alat.
Harga dan spesifikasi hanyalah sebagian dari keputusan. Daftar pertimbangan praktis sebelum membeli alat, dari kebutuhan, tempat pemasangan, dan bahan habis pakai sampai kalibrasi dan layanan purna jual.